Uniknya Desa Tenganan Salah Satu Desa Tradisional di Bali yang Terkenal

Uniknya Desa Tenganan Salah Satu Desa Tradisional di Bali yang Terkenal
Desa Tenganan

Terdapat sebuah Desa yang terkenal bernama Desa Tenganan. Desa Tenganan atau juga dikenal dengan Tenganan Pegeringsingan adalah salah satu desa yang ada di Bali. Desa Tenganan memiliki keunikan yang terkenal ke manca negara. Uniknya desa ini merupakan salah satu dari sejumlah desa kuno di Pulau Bali.

Keunikan Desa Tenganan terlihat dari pola kehidupan masyarakatnya yang mencerminkan kebudayaan dan adat istiadat desa Bali Aga ( pra Hindu ) yang berbeda dari desa-desa lain di Bali. Oleh Karena itu Desa Tenganan dikembangkan sebagai wisata budaya.

Desa Tenganan merupakan salah satu desa dari tiga desa Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Bali Aga adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang tata masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Bentuk dan besar bangunan serta pekarangan, pengaturan letak bangunan, hingga letak pura dibuat dengan mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan

Dilihat dari sejarahnya, kata Tenganan berasal dari kata "tengah" atau "ngatengahang" yang memiliki arti "bergerak ke daerah yang lebih dalam". Kata tersebut berhubungan dengan pergerakan masyarakat desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman di tengah perbukitan, yaitu Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin). Adapun cerita lainnya mengatakan bahwa masyarakat Tenganan berasal dari Desa Peneges (sekarang Candi Dasa), yang ketika itu masih menjadi bagian Kerajaan Bedahulu.

Kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Tenganan dalam keseharian masih diatur oleh hukum adat yang disebut awig-awig. Hukum yang menjadi bantang pola kehidupan masyarakat tersebut ditulis pada abad ke-11 dan diperbaharui pada tahun 1842. Dilihat dari bentuk bangunan dan bahan yang digunakan, rumah adat Tenganan dibangun dari campuran batu merah, batu sungai, dan tanah. Sementara atapnya terbuat dari tumpukan daun rumbi. Rumah adat yang ada memiliki bentuk dan ukuran yang relatif sama, dengan ciri khas berupa pintu masuk yang lebarnya hanya berukuran satu orang dewasa. Ciri lain adalah bagian atas pintu terlihat menyatu dengan atap rumah.

Posting Komentar

0 Komentar